
Foto ini aku ambil kemarin minggu, 14 September 2008 pada acara hunting bareng HISFA. Lokasi ada di Taman Sari Yogyakarta. Setelah berdesak-desakan dengan para senior, akhirnya dapat juga foto yang bagus (menurutku lho...). Pas pertama motret pake settingan backlight, siluet pembatiknya gak begitu keliatan, akhirnya aku coba kasih fill in di muka. Alhasil jadilah foto di atas setelah di retouch ma Photoshop tentunya
Data exif kalo gak kebaca bisa liat di bawah ini
Kamera : Nikon D40
Speed : 1/30
Appeture : 5.6
Lensa : 18-70
ISO : 200
Senin, 15 September 2008
Pembatik tua
Diposkan oleh
muhida
di
08:28
0
komentar
Sabtu, 13 September 2008
Berburu Kupu-Kupu

Foto ini diambil pada bulan februari 2008. Awalnya cuma muter-muter keliling kampoeng sambil bawa Nikon D40. Alhasil ternyata dapatnya cuma di depan rumah....
Ada juga foto kupu-kupu yang lain... aku upload ke sini http://www.ayofoto.com/
Diposkan oleh
muhida
di
15:32
0
komentar
Label: kupu-kupu, macro foto
Selasa, 02 September 2008
Speed

Beberapa waktu yang lalu sempat posting tentang pengaturan exposure. Emang apa sih hubungannya dengan hasil foto? Artikel ini moga-moga sedikit membantu bagi yang masih bingung dengan speed dan efeknya.
Di dalam sebuah kamera (terutama SLR) terdapat alat (mirror_lihat di gambar yang dilingkari warna merah) yang digunakan untuk mengatur buka tutup cahaya yang masuk ke dalam kamera untuk ditangkap oleh sebuah sensor. Kecepatan buka tutup tersebut dinamakan speed.
Ketika alat tersebut terbuka, maka cahaya akan masuk dan ditangkap oleh sebuah sensor. Semakin lama membuka maka cahaya yang masuk akan semakin banyak, tetapi gambar yang dihasilkan mempunyai resiko yang hasilnya kabur.
Untuk contoh perbedaan antara speed cepat dengan lambat nanti nyusul lagi...
Diposkan oleh
muhida
di
15:33
0
komentar
Label: speed
Senin, 01 September 2008
Belajar Motret dari Kamera Jadul

Perkembangan era digital saat ini sungguh memanjakan umat manusia di muka bumi ini. Hal ini mempunyai efek positif sekaligus negatif. Salah satu efek positif dari perkembangan era digital adalah mudah dan hemat dalam belajar fotografi. Harga roll film 20 ribu yang hanya berisi 36 slide digantikan oleh sebuah sebuah memory card yang dapat menyimpan ratusan bahkan ribuan file. Kalo habis? tinggal format aja memorinya....he..he..he.. gitu aja kok repot. Begitu juga kalau ingin melihat hasil, kita tidak perlu pergi ke studio foto untuk minta tolong dicetakkan, tapi melalui layar lcd kita dapat langsung melihat hasil foto kita, sehingga saat itu juga kita dapat langsung memotret ulang sampai mendapatkan hasil foto yang bagus.
Karena begitu mudah dan murahnya dalam memotret akhirnya muncul "budaya" pokoknya asal motret, kalo salah tinggal hapus, foto lagi. Hal tersbut masih ditambah lagi dengan komentar kan ada photoshop, pasti beres dah.... Menurutku sih sah-sah aja orang koment semacam itu, tetapi alangkah baiknya ketika kita memotret langsung mendapatkan hasil bagus. Seperti seorang snipersatu peluru, satu nyawa.
Jadi...cobalah anda belajar memotret ala kamera jadul (analog), bayangkan kamera yang Anda gunakan adalah sebuah kamera jadul, perhitungkan baik-baik kapan Anda harus menekan tombol release. Setiap foto yang Anda hasilkan, membutuhkan biaya ribuan bahkan ratusan ribu... Lha terus kapan motretnya?....
Diposkan oleh
muhida
di
20:16
0
komentar
