
Salah satu teknik dasar dalam fotografi adalah mengontrol cahaya yang masuk pada kamera. Seperti Om Darwis Triadi katakan (kebetulan pas ikut workshopnya di Universitas Atma Jaya Yogyakarta) seorang fotografer harus bisa melihat, membaca dan merasakan cahaya.
Ada 3 fakor yang mempengaruhi exposure:
Bukaan Diafragma
Kecepatan kamera menangkap cahaya/ Speed
ASA/ ISO
Untuk jenis kamera compact/ poket, fasilitas speed maupun diafragma tidak disertakan. Namun kita masih diberikan fasilitas EV compensation, biasanya nilainya antara -2 sampai +2. Fasilitas ini sedikit membantu untuk mengatur cahaya secara manual.
Sabtu, 30 Agustus 2008
Mengontrol Exposure
Rabu, 27 Agustus 2008
Tak kenal Maka ta'aruf...

Tak kenal, maka tak sayang. Ungkapan tersebut berlaku juga pada fotografi. Untuk menghasilkan foto yang baik, kita harus mengenal kamera yang kita pakai dengan baik. Media untuk mengenal kamera kita tidak lain adalah manual book. Pelajarilah manual book terlebih dahulu dengan seksama sebelum menggunakan kamera.
Lensa
Lensa merupakan komponen vital pada kamera. Hal- hal yang berhubungan dengan lensa kamera yang harus diperhatikan Panjang focus, Apeture, Image Stabilizer
Apeture
Apeture merupakan istilah untuk mengukur kemampuan bukaan lensa kamera. Di dalam kamera jenis tertentu disediakan fasilitas Apeture priority. Fasilitas ini akan mempengaruhi terhadap ruang tajam objek. Semakin besar nilai difragma semakin kecil bukaan lensa pada kamera, maka akan menghasilkan ruang tajam yang luas. Penulisan apeture disimbolkan dengan huruf f/
Speed
Speed merupakan waktu yang dibutuhkan kamera untuk memasukkan cahaya pemotretan melalui aperture atau lubang diafragma. Contoh penulisan speed pada kamera adalah 1/60, artinya kamera tersebut akan memasukkan cahaya selama 1 per 60 detik.
Selain itu di dalam kamera juga terdapat fasilitas bulb, artinya banyaknya cahaya yang masuk ditentukan oleh berapa lama kita menekan tombol shutter release.
ISO
ISO adalah sensivitas sensor dalam menerima cahaya. Di dalam kamera digital biasanya disediakan berbagai macam ISO, mulai dari 50, 80, 100, 200, 400, 800, 1600 bahkan ada yang sampai 3600.
Semakin tinggi nilai ISO yang kita pakai, maka sensor semakin peka terhadap cahaya, tetapi risiko yang harus kita tanggung adalah effek grain, yaitu bintik-bintik kasar pada foto.
White Balance
White balance merupakan fasilitas untuk mengatasi kendala pemotretan di berbagai kondisi cahaya. Sensor perekam cahaya (CCD atau CMOS) memerlukan patokan untuk mengkalkulasi dan menerjemahkan warna dalam suatu spectrum.
Spektrum warna dipengaruhi suhu warna setiap sumber cahaya. Nyala lilin, misalnya, memiliki suhu warna 18000 kelvin. Di dalam kamera digital saat ini, banyak yang sudah terpasang filter RGB secara elektronis untuk mengatur white balance.
Lampu kilat/ blitz
Lampu kilat atau blitz sangat membantu sekali untuk memotret pada kondisi low light atau ketika malam hari. Pada umumnya orang menginginkan blitz yang sangat kuat, sehingga diharapkan mampu menangkap objek dengan terang. Kekuatan blitz diistilahkan dengan Gain Number atau GN
Diposkan oleh
muhida
di
18:56
0
komentar
DSLR, ProSummer, Pocket

Banyak di forum yang sering minta rekomendasi antara DSLR dengan ProSumer atau Semi Professional. Mana kamera yang tepat buat kita? ya jawabannya pasti sesuaikan dengan budget dan kebutuhan. Kalo masalah anggaran, maaf boz... saya gak bisa bantu, tapi kalo tergantung keperluan memotret mungkin di bawah ini ada solusinya
DSLR,
kamera ini adalah sebuah jawaban bagi temen-temen yang menginginkan kebebasan maksimal dalam setting kamera. Semua bisa di set manual mulai dari kecepatan, diafragma bahkan fokus manual. Yang perlu diingat ketika memutuskan untuk membeli DSLR adalah
"Anda harus menyiapkan dana untuk membeli aksesoris, lensa (ni yang paling banyak menguras kantong) dll". Saya yakin Anda tiak akan pernah puas dengan kamera kit Anda. DIJAMIN"
ProSummer,
Nah untuk yang satu ini mirip sekali dengan DSLR artinya teman-teman diberi juga kebebasan maksimal dalam setting kamera seperti kecepatan, diafragma dan fokus.Terus apa bedanya dengan DSLR? jawabannya ada pada lensa, kamera ProSumer menggunakan lensa fix yang tidak dapat diganti-ganti. Oleh sebab itu, biasanya kamera ini mempunya range focal length yang cukup besar berkisar antara 28mm-200mm bahkan lebih.
Pocket,
Ini adalah jawaban bagi Anda yang menginginkan kepraktisan. Anda tidak perlu mengatur ISO, Speed, Diafragma pasti fotonya jadi.
Semoga tulisan di atas dapat membantu bagi Anda yang sedang berburu kamera....
Diposkan oleh
muhida
di
18:04
0
komentar
Label: Canon S5IS, dslr, kamera, nickon d40, prosummer, slr
kenapa bisa jadi sebuah foto?

buat teman2 yang ingin belajar fotografi, baik pengguna kamera dslr maupun pocket mungkin tulisan ini akan sedikit membantu dalam memahami cara kerja sebuah foto. Gambar di atas merupakan ilustrasi bagaimana proses sebuah foto itu terjadi.
Pada intinya kamera akan menangkap cahaya yang dipantulkan oleh objek. Nah cahaya tersebut akan melewati lubang pada kamera dan ditangkap oleh sebuah sensor (dulu film). Jadilah sebuah foto
Diposkan oleh
muhida
di
17:50
0
komentar
Label: sharing
awal sebuah posting
duh, kacau...sebenarnya sih dah banyak blog yang aku buat...tapi setelah 2-3 posting pasti ilang jadi males.
Iseng-iseng kemarin cari ilmu buat upgrade kemampuan memoto, jadi tertarik juga buat berbagi pengalaman.
Thankiu buat mas nickodarwis, dari blognya mas nicko aq jadi tertarik buat bagi pengalaman lewat blog ini.
Diposkan oleh
muhida
di
16:45
0
komentar
Label: gak penting
